Senyum tulus terukir
Dalam foto hitam putih terbingkai
Satu-satunya kenangan engkau tinggalkan
Cerita jenaka dari sanak
Jerit pilu perjalanan duka tutur ibunda
Derita sakit mengorogoti nafasmu
Hingga ajal menjemput diwaktu shalat subuh
Bagai rentetan cerita dari negeri seberang
Dan di sini
Kutelusuri jejak bayangmu
Dalam ingatan sang balita ketika engkau pergi
Demi sebuah jawaban atas pertanyaan cucumu, ayah
Pekkae, 8-12 -2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar