Jumat, 10 Mei 2013

UN = Monster Yang Menakutkan

UN Monster yang menakutkan Rab, 20/04/2011 - 09:00 — edt1 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulawesi Selatan Kamis melakukan Unjuk rasa di DPRD Sulsel. IPM tersebut dipimpin Jenderal Lapangan Elly Oschar dan menyampaikan tuntutan Pemerintah bahwa Ujian Nasional ( layak dilaksanakan belum ) UN karena standar pelayanan merata di seluruh pelosak tanah air. Elly Oschar yang bertindak sebagai jenderal lapangan yang memimpin saat pada rasa unjuk mengatakan,Standar kelulusan Ujian Nasional merupakan kekejaman dan ketidak adilan yang berlindung dibalik peningkatan mutu pendidikan dan mengorbankan mereka yang belum menerima dan pendidikan fasilitas menikmati berstandar Nasiolal yakni dan prasarana yang berstandar Nasional sehingga tersebut bagaikan monster membuat bahkan menakutkan stress sebagian pelajar yang berada di luar wilayah perkotaan. Dikatakan, tahun 2012 UN harus dihentikan dan mencari menuntut dan baik lebih yang Perintah segera melaksanakan Putusan Mahkamah Agung meninjau yang isinya meninjau kembali sistim pendidikan Nasiolnal, pemerintah menuntut menghentikan pelaksanaan nasional sebagai standar kelulusan, menuntut pemerintah melengkapi sarana dan prasarana sekolah diseluruh Indonesia tanpa diskriminasi dan menuntut menyediakan untuk pemerintah pendamping psikologis pelajar yang tidak lulus Nasiolan sehingga tidak mengalami stress. Penerima IV Tim Ketua DPRD Sulsel Yosafat Tandilintin yang menerima IPM mengakui bahwa UN sekarang ini memang kebahagiaan puncak menjadi sekaligus dilemma sebagianpelajar sehingga pribadi saya setuju jika Dievaluasi kembali kembali karena ternyata banyak pelajar yang takut menghadapi ujian . karena demikian Kenapa kelulusan adalah UN. Sementara sarana dan prasarana digunakan selama proses berstandar belum mengajar Nasional termasuk tenaga pengajar sampai hari ini belum merata seluruh pelosok tanah air. Menurut Yosafat, Pelajar di Ibukota lainnya besar kota-kota dan Indonesia mungkin bisa mengikuti standar kelulusan yang ditetapkan oleh pemerintah dilengkapi sudah karena sarana dan prasarana memadai tetapi yang didarah terpencil pendidikan fasilitas menggunakan apa adanya itu pasti ketinggalan. Muchlis Panaungi yang Tim IV Penerima Aspirasi Sulsel. Saat itu juga mengatakan sejutu jika UN yang belaku sekarang kembali dievaluasi ini memeinta IPM untuk berjuang terus sampai masalah terpecahkan sehingga seluruh anak bangsa dapat mengenyap pendidikan dengan baik . Humas DPRD Sulsel ( Luc ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar